KPBI Sulawesi Utara Soroti 19 Kasus PHK dan Tuntut Hunian Layak bagi Buruh

JurnalPatroliNews – Jakarta – Memperingati Hari Buruh di Provinsi Sulawesi Utara, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menyodorkan sejumlah catatan krusial terkait perjuangan kaum pekerja pada Senin (4/5/2026).

Aksi yang dipusatkan di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Manado tersebut dihadiri oleh ribuan buruh dari berbagai sektor.

Dalam orasi singkatnya, Ketua KPBI Jim Robert Tindi menekankan bahwa perjuangan hak-hak buruh harus terus dikawal secara konsisten.

Salah satu fokus utama yang disuarakan adalah nasib buruh sampah di Kota Manado. KPBI mendesak pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih pada sisi manajemen kerja guna mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak.

Jim secara tegas meminta Walikota Manado untuk segera mengevaluasi kembali manajemen pengolahan sampah demi menjamin masa depan para pekerja.

Selain kepastian kerja, KPBI juga menuntut penyediaan perumahan yang layak bagi buruh yang nantinya bertugas di tempat pengolahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang baru.

Lebih lanjut, Jim menekankan agar urusan kebersihan di Kota Manado dipercayakan sepenuhnya kepada teknis kerja buruh sampah.

Ia berpendapat bahwa beban kerja tersebut tidak perlu dibebankan kembali kepada pihak kelurahan maupun kecamatan, mengingat instansi tersebut sudah memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing dalam pelayanan administrasi masyarakat.

Selain isu lokal, KPBI turut menyoroti kebijakan nasional terkait Keputusan Presiden (Kepres) Satuan Tugas PHK agar segera diimplementasikan dengan nyata.

Hal ini didasari oleh kondisi ketenagakerjaan di Sulawesi Utara yang cukup memprihatinkan, di mana sepanjang kuartal Januari hingga Maret telah tercatat sedikitnya 19 kasus pemutusan hubungan kerja.

Melalui peringatan ini, KPBI berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Manado dapat mengambil langkah konkret dalam melindungi hak-hak buruh dan memastikan kesejahteraan mereka tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi saat ini.