Gandeng Ustadz Adi Hidayat, Pemerintah Dorong Koperasi Berbasis Masjid dan Pesantren

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis desa dan rumah ibadah.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dilaksanakan di Ciputat pada Selasa, 30 Desember 2025, yang dirangkaikan dengan refleksi akhir tahun serta doa bersama demi kemandirian ekonomi bangsa.

Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih serta Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa sinergi ini merupakan langkah nyata untuk menjalankan amanah Presiden agar koperasi mampu bersaing dengan sektor BUMN dan swasta melalui transformasi kelembagaan, digitalisasi, dan tata kelola yang akuntabel.

Salah satu target krusial dari program ini adalah melindungi masyarakat desa dari jeratan pinjaman online (pinjol) dan rentenir.

Dengan menghadirkan lembaga keuangan mikro yang sehat di tingkat desa, perputaran uang diharapkan tetap berada di daerah dan tidak terserap ke kota besar. Hal ini sekaligus menjadi upaya pemerintah dalam menyeimbangkan dominasi ritel modern dengan memperkuat gerai dan gudang milik koperasi desa sendiri.

Selain fokus pada desa, pengembangan ekonomi umat melalui Kopontren juga menjadi prioritas. Menkop Ferry mencontohkan keberhasilan Kopontren Sidogiri dan Al-Ittifaq sebagai bukti bahwa koperasi pesantren mampu unggul di pasar modern.

Dukungan dari tokoh agama seperti Ustadz Adi Hidayat diharapkan dapat mengakselerasi potensi ekonomi syariah, termasuk rencana pembangunan pilot project ekonomi kerakyatan berbasis masjid.

Utusan Khusus Presiden, Setiawan Ichlas, mengapresiasi kolaborasi ini sebagai tonggak sejarah untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari secara ekonomi.

Sejalan dengan visi tersebut, program tahun 2026 akan difokuskan pada replikasi praktik-praktik baik yang telah berjalan, dengan pemantauan berkala untuk memastikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok tanah air.