Sinergi Ekonomi Umat: Kopontren Bandung Targetkan Omzet Miliaran Lewat Ritel dan Produk Lokal

JurnalPatroliNews – Jakarta -Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan pentingnya peran strategis Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dalam memperkuat fundamental ekonomi umat di tingkat lokal.

Dalam kunjungan kerjanya ke Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung, pada Selasa, 30 Desember 2025, Farida mengajak jajaran Kopontren untuk menjadi mitra pendamping atau kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Farida memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem ekonomi yang dikelola Yayasan Daarut Tauhiid. Menurutnya, pesantren tidak boleh hanya terfokus pada bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga harus memiliki unit usaha yang tangguh agar bisa berdaya secara ekonomi.

Ia mencontohkan keberhasilan unit usaha ritel air mineral dan produk roti di Daarut Tauhiid yang telah mencapai omzet miliaran rupiah per bulan berkat riset pasar yang matang dan kolaborasi antarpesantren.

Dalam skema penguatan ekonomi ini, Wamenkop menekankan pentingnya sinergi rantai pasok. Misalnya, kolaborasi dalam penggunaan bahan baku antarpesantren, seperti suplai sayur dari Ponpes Al Ittifaq dan penggunaan garam dari Kopontren Sunan Drajat. Kerjasama lintas institusi ini dinilai mampu menekan efisiensi biaya produksi sekaligus menjamin kualitas produk sehingga mampu bersaing di pasar luas.

Selain aspek operasional, Kementerian Koperasi juga fokus pada penguatan legalitas dan akses permodalan. Pendampingan sertifikasi halal serta izin PIRT terus digalakkan agar produk pesantren memiliki daya saing tinggi.

Farida juga menyarankan agar koperasi mulai membangun aset produktif seperti gudang, yang selain memperkuat logistik, juga dapat digunakan sebagai agunan untuk mendapatkan dukungan permodalan dari Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) Koperasi.

Wamenkop Farida berharap pola kemitraan yang diterapkan di Bandung dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia.

Dengan memposisikan Kopontren yang sudah mapan sebagai pendamping bagi Kopdes Merah Putih yang baru tumbuh, proses transfer pengetahuan dan manajemen usaha akan berjalan lebih efektif. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis pada karakter daerah masing-masing.