Iran Keluarkan Peringatan Keras: Basis Militer AS di Timur Tengah Terancam Jika Washington Ikut Campur

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Iran melontarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat terkait gelombang unjuk rasa besar yang sedang berlangsung di dalam negeri. Teheran menegaskan akan menjadikan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai sasaran apabila Washington mencoba melakukan intervensi.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, sebagai respons atas sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan negaranya berada dalam kondisi siaga penuh dan siap bertindak sewaktu-waktu. Aksi demonstrasi di Iran sendiri telah berlangsung sejak penghujung Desember lalu.

Melalui unggahan di platform X pada Jumat, Ghalibaf menegaskan bahwa setiap langkah campur tangan AS akan dibalas dengan tindakan keras. Ia menyebut seluruh pangkalan dan pasukan Amerika di kawasan regional berpotensi menjadi target balasan Iran.

Pernyataan itu muncul setelah Trump mengunggah pesan di media sosial Truth Social pada hari yang sama, sebagaimana dikutip media RT pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Situasi di Iran memanas bermula dari aksi mogok para pedagang di Teheran, dipicu anjloknya nilai mata uang rial hingga mencetak rekor terendah. Aksi tersebut dengan cepat merambat ke sejumlah kota lain dan berubah menjadi protes berskala nasional dengan tuntutan politik, yang diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan.

Berbagai rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan massa menyerbu gedung-gedung pemerintahan serta fasilitas yang berkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Sejumlah laporan juga menyebutkan adanya korban jiwa dari pihak demonstran maupun aparat.

Gelombang protes kali ini dinilai sebagai yang paling serius sejak kerusuhan besar tahun 2022, yang dipicu meninggalnya Mahsa Amini, perempuan 22 tahun yang ditahan polisi moral karena diduga melanggar aturan berpakaian. Kerusuhan kala itu berlangsung berpekan-pekan, menewaskan lebih dari 200 orang dan berujung pada ribuan penangkapan.