Infobank Bedah Konsep Kerugian Negara di Sektor Keuangan, Libatkan KPK hingga Komjak

JurnalPatroliNews – Jakarta – Isu konsepsi hukum kerugian negara di ranah keuangan menjadi topik utama diskusi publik yang digelar Infobank dalam rangka memperingati HUT ke-47 media tersebut. Acara berlangsung di Hotel St. Regis, kawasan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 22 Januari 2026.

Chairman Infobank Mediagroup, Eko B. Supriyanto, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan HUT kali ini diisi empat agenda yang berjalan dari pagi hingga malam. Pembukaannya adalah forum diskusi tentang bagaimana pelaku usaha bisa menjalankan bisnis dengan benar tanpa meninggalkan prinsip good governance.

Eko menjelaskan, pembahasan diarahkan pada pemetaan potensi pelanggaran di sektor keuangan dengan meminta pandangan berbagai lembaga negara. Salah satu contoh yang diangkat ialah batasan persoalan kredit: kredit seperti apa yang dapat dinilai merugikan negara dan mana yang tidak.

Ia menyinggung temuan studi di sejumlah negara yang menunjukkan perkara kredit jarang masuk ranah pidana, kecuali jika ada unsur kecurangan (fraud). Gagasan itu, menurut Eko, menjadi landasan diskusi yang sedang dibangun.

Pada sesi pertama, sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga hadir sebagai narasumber, antara lain Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono, Ketua Komisi Kejaksaan Pujiyono Suwandi, serta Ketua Baleg DPR RI/Anggota Komisi III DPR RI Bob Hasan. Selain itu, turut tampil Pranoto (BPK), Brigjen Totok Suharyanto (Kortastipidkor Bareskrim Polri), Yuliana (OJK), Ide Juang (BPKP), serta praktisi hukum Dodi S. Abdulkadir.

Eko menambahkan, sesi kedua pada siang hari akan mengulas arah dan paradigma sektor moneter dengan menghadirkan perwakilan Bank Indonesia. Ia menyebut Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI, dijadwalkan hadir untuk memaparkan bagaimana kebijakan moneter bisa menopang industri keuangan dan perbankan.

Memasuki malam, rangkaian berlanjut ke sesi ketiga yang menyoroti peluang monetisasi kekayaan kebudayaan Indonesia, disusul sesi keempat yang mengangkat tema fiskal. Eko menyebut setiap sesi dirancang menghadirkan menteri terkait sebagai pembicara.

Ia juga sempat menyinggung adanya pameran keris di lokasi acara, serta menyebut rencana kehadiran Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan, lalu menutup sambutan dengan selingan gurauan terkait agenda malam.

Saat ini, diskusi sesi pertama sedang berjalan dengan tema “Apakah Kredit Macet Bank Milik Negara Harus Dipidanakan dan Dianggap Merugikan Negara”, dipandu langsung oleh Eko B. Supriyanto. Para narasumber telah hadir, kecuali Bob Hasan yang disebut masih dalam perjalanan.