JurnalPatroliNews – Jakarta – Amerika Serikat kini tengah menghadapi hantaman badai musim dingin skala besar yang melumpuhkan berbagai sektor krusial. Hingga Sabtu waktu setempat, cuaca ekstrem ini telah memicu pembatalan lebih dari 4.000 jadwal penerbangan.
Situasi diperkirakan akan semakin memburuk pada Minggu (25/1/2026), dengan data dari FlightAware yang menunjukkan adanya tambahan pembatalan massal mencapai lebih dari 9.400 penerbangan.
Maskapai besar seperti Delta, United, dan JetBlue telah mengeluarkan peringatan dini kepada para penumpang mengenai potensi gangguan transportasi udara yang berkepanjangan.
Selain sektor transportasi, krisis energi juga membayangi wilayah terdampak. Lebih dari 160 ribu pelanggan dilaporkan mengalami pemadaman listrik total, dengan dampak paling parah terjadi di wilayah Louisiana dan Texas.
Pemerintah federal bahkan telah mengeluarkan perintah darurat khusus agar negara bagian Texas dapat mengerahkan sumber listrik cadangan guna menghindari skenario pemadaman bergilir di tengah suhu yang membeku. Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, menyatakan bahwa puluhan ribu warga di wilayah selatan masih menunggu pemulihan jaringan listrik oleh tim utilitas.
Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social menyebut fenomena alam ini sebagai peristiwa bersejarah. Guna mempercepat penanganan dampak bencana, Presiden telah menyetujui status darurat federal untuk sejumlah negara bagian kunci, mulai dari South Carolina, Virginia, Georgia, hingga West Virginia.
Secara total, Departemen Keamanan Dalam Negeri mencatat sebanyak 17 negara bagian serta Distrik Columbia kini berada dalam status darurat cuaca untuk mengantisipasi risiko keselamatan warga.
Ramalan cuaca setempat memperingatkan bahwa puncak badai yang membawa salju tebal, hujan es, dan hujan beku akan menyapu dua pertiga wilayah timur Amerika Serikat hingga awal pekan depan. Fenomena ini diprediksi akan menghentikan aktivitas ekonomi dan transportasi di jalur yang dilewatinya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah dan memastikan persediaan penghangat ruangan mencukupi selama masa siaga bencana berlangsung.














