JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja luar negerinya dan tiba kembali di Jakarta melalui Base Ops Halim Perdanakusuma pada Sabtu (24/1/2026) sore.
Setibanya di Tanah Air, Presiden disambut langsung oleh jajaran menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara, menandai berakhirnya lawatan diplomatik yang membawa sejumlah hasil signifikan bagi sektor ekonomi, maritim, dan posisi geopolitik Indonesia.
Lawatan strategis ini dimulai dari Inggris, di mana Presiden bertemu dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III. Pertemuan tersebut membuahkan hasil nyata berupa komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar 90 triliun rupiah.
Selain suntikan modal, Indonesia dan Inggris menyepakati kerja sama sektor maritim yang mencakup produksi dan perakitan 1.582 unit kapal nelayan di dalam negeri. Sektor pendidikan juga menjadi sorotan dengan kesepakatan pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia serta program pertukaran dosen dan mahasiswa.
Agenda berlanjut ke Davos, Swiss, dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026. Di hadapan sekitar 1.000 CEO perusahaan global, Presiden Prabowo memaparkan visi ekonomi Indonesia yang berfokus pada energi hijau dan ekonomi digital.
Pidato tersebut menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global serta menarik minat investor dunia pada sektor-sektor strategis yang sedang dikembangkan pemerintah.
Capaian diplomatis yang paling menonjol dari kunjungan kali ini adalah diterimanya Indonesia sebagai anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Keanggotaan ini menjadi pengakuan internasional atas peran proaktif Indonesia dalam mendorong solusi perdamaian pada konflik-konflik global, terutama dalam mengupayakan penyelesaian konflik di Gaza. Langkah ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mediator yang berwibawa di kancah politik internasional.












