JurnalPatroliNews – Jakarta – TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden dugaan kekerasan yang melibatkan lima prajurit terhadap seorang warga sipil di Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 22 Januari 2026.
Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi institusinya dalam memperkuat pembinaan dan pengawasan internal.
“Atas nama Lanal Melonguane, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas peristiwa yang menimbulkan ketidaknyamanan. Kejadian ini menjadi catatan penting bagi kami untuk meningkatkan pembinaan personel TNI AL,” ujar Dery dalam keterangan resmi, Senin, 26 Januari 2026.
Sebagai bentuk tanggung jawab, para korban kekerasan telah dievakuasi dari Kabupaten Kepulauan Talaud ke Rumah Sakit Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, guna memperoleh perawatan medis lanjutan.
Evakuasi dilakukan oleh tim kesehatan Kodaeral VIII pada Minggu (25/1) menggunakan kapal penumpang. Sebelum diberangkatkan, para korban terlebih dahulu mendapatkan penanganan medis awal di lokasi kejadian.
“Korban mengalami sejumlah luka akibat insiden tersebut dan telah mendapatkan perawatan awal sebelum dievakuasi ke Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan,” jelas Dery.
Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung dengan aman dan cepat. Setibanya di rumah sakit, para korban langsung ditangani oleh tim medis untuk perawatan yang lebih intensif.
“Selama perjalanan evakuasi, kondisi korban stabil dan terus dipantau oleh petugas kesehatan dari Kodaeral VIII,” tutupnya.














