JurnalPatroliNews – Jakarta – Wacana pengiriman personel penegak hukum Amerika Serikat untuk mendukung pengamanan Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia menuai penolakan luas dari publik setempat. Rencana tersebut memicu kekhawatiran, meskipun pemerintah AS menyebut kehadiran aparat itu bersifat teknis dan non-operasional.
Unit yang akan dilibatkan adalah Homeland Security Investigations (HSI), bagian dari Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang berfokus pada penanganan kejahatan lintas negara, termasuk terorisme dan perdagangan manusia. Otoritas Amerika menegaskan bahwa personel yang dikirim bukan berasal dari unit penindakan deportasi. Namun, citra ICE yang selama ini identik dengan kebijakan imigrasi keras di era Presiden Donald Trump membuat penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meredakan keresahan publik Italia. Sejumlah petisi daring pun bermunculan sebagai bentuk penolakan.
Ketegangan semakin meningkat setelah media nasional Italia, RAI, menyiarkan laporan dugaan intimidasi terhadap jurnalis Italia oleh agen ICE di Minneapolis. Situasi ini diperparah oleh sorotan terhadap insiden penembakan fatal dua warga Amerika oleh petugas federal dalam operasi imigrasi di Amerika Serikat belum lama ini.
Penolakan paling tegas datang dari Wali Kota Milan, Giuseppe Sala. Kota tersebut dijadwalkan menjadi lokasi upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin pada 6 Februari 2026. Sala secara terbuka menyatakan ketidaksediaannya menerima kehadiran agen-agen tersebut di wilayahnya.
“Ini adalah milisi yang membunuh, yang masuk ke rumah-rumah warga dan memberi legitimasi pada diri mereka sendiri. Jelas mereka tidak diterima di Milan, tanpa keraguan,” ujar Sala dalam wawancara dengan RTL Radio 102, Rabu, 28 Januari 2026.
Merespons polemik tersebut, Kementerian Dalam Negeri Italia berupaya menenangkan situasi dengan menegaskan bahwa peran agen HSI akan sangat terbatas. Mereka hanya akan beroperasi dari pusat kendali Konsulat Amerika Serikat di Milan dan berfungsi sebagai pendukung teknis.
Pemerintah Italia menegaskan bahwa seluruh kendali keamanan Olimpiade tetap berada di tangan otoritas nasional. Tidak ada kewenangan penegakan hukum yang diberikan kepada aparat asing.
Pernyataan serupa juga disampaikan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Lembaga tersebut menegaskan bahwa ICE tidak memiliki otoritas penegakan hukum imigrasi di luar wilayah Amerika Serikat. Kehadiran HSI diklaim semata-mata untuk membantu mitigasi ancaman kejahatan terorganisasi lintas negara secara tertutup, tanpa mencampuri kedaulatan Italia sebagai tuan rumah Olimpiade.














