PSI Tunda Pengungkapan Identitas ‘Mr J’ hingga Struktur Partai Menyentuh TPS

JurnalPatroliNews – Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum akan membuka tabir sosok misterius yang selama ini dikenal dengan sebutan “Mr J”. Pengumuman figur tersebut baru akan dilakukan setelah jaringan organisasi partai terbentuk secara utuh sampai ke level tempat pemungutan suara (TPS).

Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa keputusan itu diambil demi memastikan kesiapan internal sebelum melangkah ke agenda politik besar. Menurutnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep ingin fondasi partai benar-benar solid sebelum memperkenalkan sosok penting tersebut kepada publik.

Raja Juli menjelaskan, Kaesang akan menyampaikan langsung identitas “Mr J” pada waktu yang dianggap tepat, yakni ketika seluruh perangkat partai dari pusat hingga akar rumput telah berjalan optimal. Dengan begitu, pengumuman tersebut tidak sekadar simbolik, tetapi didukung oleh kesiapan organisasi di lapangan.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa kehadiran “Mr J” akan membawa pengaruh besar bagi arah dan kekuatan politik PSI ke depan. Sosok itu diyakini mampu menambah daya dorong partai dalam persaingan politik nasional.

Raja Juli berharap, figur misterius tersebut dapat berkontribusi nyata dalam memperkuat posisi PSI menuju target politik jangka panjang, termasuk ambisi meraih hasil maksimal pada Pemilu 2029.

Terkait perkembangan struktur partai, ia mengungkapkan bahwa kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) telah rampung. Saat ini, PSI tengah memfokuskan energi untuk memperkuat jaringan hingga tingkat kecamatan di berbagai daerah.

Namun demikian, Raja Juli menekankan bahwa kekuatan utama PSI bukan semata berada pada struktur elite, melainkan pada keberadaan kader, wakil rakyat daerah, serta relawan yang bekerja langsung di TPS.

Sebagai informasi, PSI pada Kamis, 29 Januari 2026, resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari konsolidasi dan penguatan organisasi partai secara nasional.