Sinergi PMPP TNI dan UNMAS: Tingkatkan Standar Keselamatan Peacekeeper Indonesia

JurnalPatroliNews – Jakarta – Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Brigjen TNI Iwan Bambang Setiawan, menerima kunjungan resmi delegasi United Nations Mine Action Service (UNMAS) di Markas Komando PMPP TNI, Sentul, Bogor, pada Selasa (3/2/2026).

Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Explosive Hazard Awareness Training–Improvised Explosive Device (EHAT–IED) yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan.

Delegasi yang dipimpin oleh Raymond Kemei dan David Markus Fritschi tersebut hadir untuk meninjau langsung kesiapan serta mendiskusikan penguatan kapasitas instruktur dan pelatih dalam menghadapi ancaman bahan peledak di wilayah konflik.

Dalam kunjungannya, delegasi UNMAS berkesempatan menyaksikan demonstrasi teknis penanganan ancaman bahan peledak yang diperagakan oleh personel PMPP TNI di daerah latihan khusus.

Simulasi tersebut mencakup berbagai aspek krusial di medan tugas, mulai dari prosedur pengenalan ancaman IED, pemanfaatan unit K-9 untuk identifikasi tanda bahaya, hingga protokol evakuasi dan pemeriksaan akhir area.

Demonstrasi ini dirancang untuk menunjukkan profesionalisme prajurit Indonesia dalam menerapkan standar operasional prosedur internasional demi menjamin keselamatan pasukan selama menjalankan misi PBB.

Brigjen TNI Iwan Bambang Setiawan menyampaikan bahwa kolaborasi dengan badan urusan ranjau PBB ini sangat strategis bagi peningkatan kapabilitas para penjaga perdamaian (peacekeeper) Indonesia.

Melalui pelatihan EHAT-IED, para personel diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pola ancaman peledak rakitan yang semakin kompleks di berbagai daerah misi.

Selain itu, kerja sama ini membuka peluang bagi PMPP TNI untuk menyelaraskan kurikulum pelatihannya dengan perkembangan teknologi dan taktik terbaru dalam mitigasi ranjau secara global.

Kegiatan ini turut melibatkan perwakilan dari Staf Operasi Mabes TNI, Kementerian Luar Negeri, serta United Nations Information Centre (UNIC) Indonesia.

Sinergi lintas instansi ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memberikan kontribusi maksimal bagi perdamaian dunia melalui pengiriman pasukan yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki keahlian teknis tinggi.

Diharapkan, hasil dari kerja sama dengan UNMAS ini dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban akibat bahan peledak dan memastikan keberhasilan setiap tugas pemeliharaan perdamaian yang diemban oleh TNI di kancah internasional.