JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi dengan sikap optimistis langkah Moody’s Investors Service yang mengubah prospek pasar surat utang Indonesia dari posisi stabil menjadi negatif. Ia menilai penilaian tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil perekonomian nasional yang justru mulai menunjukkan tren pemulihan lebih cepat dari perkiraan awal.
Purbaya menegaskan bahwa roda ekonomi Indonesia telah bergerak ke arah yang lebih positif dan berpotensi tumbuh lebih cepat ke depan. Menurutnya, perbaikan fundamental ekonomi sudah terlihat dan akan semakin menguat seiring berjalannya waktu.
Ia juga meyakini bahwa lembaga pemeringkat global pada akhirnya akan merevisi pandangannya setelah mencermati dampak nyata berbagai kebijakan pemerintah yang selama ini dinilai dengan sikap hati-hati. Ketika hasil dari program-program tersebut mulai terlihat jelas, keraguan yang ada diyakini akan memudar dengan sendirinya.
Lebih jauh, Purbaya menjelaskan bahwa penilaian utama lembaga pemeringkat internasional bertumpu pada dua faktor mendasar, yakni kapasitas serta komitmen pemerintah dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang. Dalam hal ini, ia menegaskan Indonesia berada pada posisi yang solid.
Menurutnya, perubahan outlook tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh kekhawatiran terkait potensi pelebaran defisit anggaran. Namun demikian, Purbaya memastikan pemerintah memiliki ruang dan kendali yang memadai untuk menjaga defisit tetap dalam batas yang aman.
Ia menambahkan, keputusan Moody’s bisa saja diambil sebelum rilis data pertumbuhan ekonomi terbaru. Apabila data tersebut sudah tersedia lebih awal, penilaian terhadap prospek ekonomi Indonesia kemungkinan akan menunjukkan nuansa yang lebih positif.












