Tembak Mati 4 Warga Sipil di Sweida, Perwira Keamanan Suriah Resmi Ditahan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Otoritas keamanan Suriah mengambil tindakan tegas dengan menangkap seorang perwira keamanan internal yang diduga terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap empat orang warga sipil.

Insiden berdarah tersebut terjadi di desa al-Matana, Provinsi Sweida, pada Sabtu (7/2/2026).

Berdasarkan laporan resmi, selain empat korban jiwa yang tewas akibat luka tembak, terdapat satu warga lainnya yang dalam kondisi luka berat dan tengah menjalani perawatan medis intensif.

Kepala keamanan lokal, Hossam al-Tahan, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan segera setelah saksi mata di lokasi kejadian memberikan indikasi kuat mengenai keterlibatan anggota Direktorat Keamanan Internal.

Saat ini, perwira yang bersangkutan telah ditahan untuk menjalani proses investigasi lebih lanjut guna mengungkap motif di balik penembakan tersebut.

Lembaga pengamat HAM melaporkan bahwa para korban ditembaki saat mereka sedang melakukan aktivitas memanen buah zaitun di area perkebunan.

Provinsi Sweida sendiri merupakan wilayah yang didominasi oleh kelompok minoritas Druze dan telah menjadi titik panas konflik horizontal sejak pertengahan tahun lalu.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata sempat tercapai pada Januari 2026, situasi keamanan di wilayah ini tetap tidak stabil.

Sentimen negatif warga terhadap pemerintah pusat masih tinggi, terutama dipicu oleh tudingan adanya blokade akses yang menyebabkan terhambatnya pasokan kebutuhan pokok ke provinsi tersebut.

Pemerintah Suriah telah membantah tuduhan blokade tersebut dan mengklaim sejumlah konvoi bantuan kemanusiaan telah berhasil memasuki wilayah Sweida.

Namun, insiden penembakan warga sipil oleh oknum aparat ini dikhawatirkan akan kembali memicu eskalasi kekerasan antara pejuang lokal dengan pasukan pemerintah.

Penangkapan perwira ini diharapkan dapat meredam kemarahan massa dan menunjukkan komitmen otoritas dalam menegakkan keadilan di tengah situasi yang masih rapuh.