JurnalPatroliNews – Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan (Courtesy Call) dari Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Air Chief Marshal Zaheer Ahmed Babar Sidhu, di Markas Besar TNI, Jakarta Timur, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Pertemuan ini diawali dengan prosesi upacara penghormatan militer dan hormat jajar sebagai simbol penyambutan resmi bagi tamu negara sahabat. Agenda ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan diplomatik militer yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Pakistan.
Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI didampingi oleh jajaran pucuk pimpinan matra, yakni Kasad Jenderal TNI Marulli Simanjuntak, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Turut hadir pula sejumlah pejabat strategis dari Kementerian Pertahanan serta Mabes TNI untuk memberikan dukungan terhadap penguatan koordinasi pertahanan kedua negara.
Panglima TNI secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada Air Chief Marshal Zaheer Ahmed atas perpanjangan masa jabatannya, serta memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinannya dalam operasi militer Bunyan-um-Marsoos pada Juni 2025 lalu.
Diskusi antara kedua pihak juga menyentuh aspek keamanan strategis global, khususnya dinamika di kawasan Indo-Pasifik yang kian kompleks.
Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa kerja sama militer dan dialog berkelanjutan adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan keamanan multidimensional.
Kedua pihak sepakat bahwa stabilitas kawasan memerlukan peran aktif dan kolaborasi erat antarnegara sahabat untuk mengantisipasi potensi ancaman di masa depan.
Kerja sama military-to-military antara Indonesia dan Pakistan, terutama di sektor Angkatan Udara, dinilai berjalan sangat baik dan harmonis.
Kunjungan ini dianggap sebagai langkah nyata untuk meningkatkan komitmen bersama, baik dalam bidang pelatihan, pertukaran informasi, maupun pengembangan teknologi pertahanan.
Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Pakistan kembali mengukuhkan solidaritas militer guna menciptakan keamanan regional yang lebih kokoh dan berkelanjutan.













