JurnalPatroliNews – Jakarta – Situasi keamanan di Meksiko memanas setelah tewasnya pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”. Presiden Claudia Sheinbaum pun menyerukan masyarakat untuk tetap tenang di tengah gelombang kekerasan yang muncul pascaoperasi militer tersebut.
Oseguera Cervantes dilaporkan meninggal dunia setelah terluka dalam baku tembak dengan pasukan federal di Tapalpa, negara bagian Jalisco, pada Minggu pagi (22/2/2026) waktu setempat.
Melalui unggahan di platform X, Sheinbaum menegaskan pemerintah pusat telah berkoordinasi penuh dengan seluruh pemerintah negara bagian guna mengendalikan situasi keamanan.
“Ada koordinasi penuh dengan pemerintah dari semua negara bagian. Kita harus tetap mendapatkan informasi dan tetap tenang,” tulis Sheinbaum, seperti dikutip Mexico News, Senin (23/2/2026).
Aparat Diperkuat
Kabinet Keamanan federal menyatakan pengerahan aparat telah ditingkatkan di sejumlah wilayah untuk membersihkan blokade jalan dan memulihkan ketertiban umum. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada kanal resmi.
Sheinbaum menekankan bahwa prioritas utama pemerintah adalah melindungi warga sipil serta memastikan stabilitas segera pulih. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Angkatan Darat, Garda Nasional, dan seluruh unsur keamanan yang terlibat dalam operasi.
Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa pasukan militer lebih dulu diserang saat menjalankan operasi di lapangan. Aparat kemudian membalas tembakan.
Dalam insiden tersebut, empat anggota CJNG tewas di lokasi. Tiga lainnya—termasuk Oseguera—mengalami luka berat dan meninggal saat dievakuasi ke Mexico City untuk perawatan. Tiga personel militer dilaporkan turut mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis.
Aksi Balasan Kartel
Kematian salah satu buronan paling dicari di Meksiko itu memicu aksi balasan dari jaringan kartel. Sejumlah wilayah di Jalisco dan negara bagian sekitarnya dilanda blokade jalan serta pembakaran kendaraan yang memicu kepanikan warga dan mengganggu aktivitas ekonomi.
Beberapa bisnis juga dilaporkan menjadi sasaran, termasuk satu gerai Costco di Puerto Vallarta yang disebut dibakar massa.
Hingga kini, otoritas belum merilis angka resmi korban jiwa akibat rangkaian kekerasan susulan tersebut, sementara aparat keamanan masih bersiaga untuk menstabilkan situasi.














