Aksi Wali Kota Muslim Pertama New York: Santap Sahur Bersama Petugas di Tengah Badai Salju

JurnalPatroliNews – New York – Kota New York City (NYC) baru saja melewati terjangan salah satu badai salju (blizzard) terburuk dalam satu dekade terakhir.

Di tengah tumpukan salju yang nyaris mencapai satu meter dan suhu udara yang membeku, sebuah momen humanis terekam dari sosok pemimpin baru kota tersebut, Wali Kota Zohran Mamdani.

Mamdani, yang baru saja dilantik sebagai Wali Kota Muslim pertama dalam sejarah New York pada awal Januari 2026, memilih menghabiskan waktu dini harinya bersama para pekerja garda terdepan.

Pada Senin (23/2/2026), di tengah kesibukan penanganan darurat, Mamdani menyempatkan diri bersantap sahur bersama petugas Dinas Sanitasi Kota New York (DSNY).

“Bersyukur atas para pekerja publik yang menjaga NYC tetap berjalan — terutama di tengah badai salju.

Dari sahur pukul 05.00 pagi bersama Dinas Sanitasi, hingga meninjau gudang bajak salju di Flushing, para pekerja inilah yang selalu hadir untuk kota ini,” tulis Mamdani melalui akun media sosial resminya.

Dalam dokumentasi yang viral, politisi berusia 34 tahun itu tampak duduk di meja sederhana, makan bersama para personel DSNY sebelum memulai ibadah puasa Ramadan.

Usai santap sahur, suasana berubah khidmat saat para petugas melakukan doa bersama, memohon keselamatan bagi seluruh warga New York yang terdampak bencana.

Kondisi New York Berangsur Pulih Respons cepat Mamdani dalam menetapkan pembatasan perjalanan (travel ban) dan meliburkan sekolah pada puncak badai terbukti efektif.

Dalam pembaruan data pada Selasa (24/2/2026) malam waktu setempat, ia mengonfirmasi bahwa seluruh jalan utama di lima wilayah (borough) telah berhasil dibersihkan.

Pemerintah kota telah mengerahkan ribuan petugas dan menyebarkan sekitar 143 juta pon garam untuk mencairkan es di permukaan jalan. “Jalanan sudah dibuka, namun warga tetap diimbau berhati-hati.

Layanan Feri Staten Island telah kembali normal,” ujar Mamdani. Ia juga tetap memberlakukan status Enhanced Code Blue hingga Rabu pagi guna melindungi warga tunawisma dari risiko hipotermia.

Imbauan bagi WNI Mengingat ekstremnya cuaca, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York juga telah mengeluarkan imbauan resmi bagi para WNI di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan.

Layanan kekonsuleran sempat dihentikan sementara demi alasan keamanan selama puncak badai berlangsung.

Aksi turun lapangan Mamdani ini menuai pujian luas dari netizen global. Banyak yang mengapresiasi gaya kepemimpinannya yang inklusif dan dedikasinya dalam menjalankan tugas negara beriringan dengan komitmen ibadah di bulan Ramadan.