JurnalPatroliNews – Jakarta – Pendiri Microsoft, Bill Gates, dilaporkan menyampaikan permintaan maaf kepada staf terkait hubungannya di masa lalu dengan terpidana pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Permintaan maaf itu disampaikan Gates dalam pertemuan internal di Bill & Melinda Gates Foundation. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal yang mengutip rekaman rapat, Gates menegaskan dirinya tidak melakukan pelanggaran hukum.
“Saya tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Saya tidak melihat sesuatu yang melanggar hukum,” ujar Gates kepada staf, dikutip dari 9News, Kamis (26/2/2026).
Meski demikian, Gates mengakui bahwa keputusannya menjalin dan mempertahankan hubungan dengan Epstein merupakan “kesalahan besar”. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang terdampak.
“Saya meminta maaf kepada orang lain yang terseret ke dalam masalah ini karena kesalahan yang saya buat,” katanya.
Sorotan terhadap Gates kembali menguat setelah namanya disebut dalam jutaan dokumen yang baru dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait kasus Epstein. Hingga kini, Gates tidak pernah didakwa melakukan pelanggaran oleh para korban Epstein.
Dalam pertemuan tersebut, Gates juga mengungkap pernah memiliki dua hubungan gelap dengan perempuan asal Rusia. Ia menyebut Epstein mengetahui hubungan tersebut, namun tidak merinci lebih lanjut konteksnya.
Mantan istrinya, Melinda French Gates, sebelumnya menyatakan bahwa Gates masih perlu menjawab sejumlah pertanyaan terkait keterkaitannya dalam dokumen Epstein. Ia menggambarkan periode tersebut sebagai masa yang “sangat, sangat menyakitkan” dalam pernikahan mereka.
Pasangan Gates resmi bercerai pada 2021 setelah 27 tahun menikah. Sejak itu, kehidupan pribadi serta relasi masa lalu Gates terus menjadi perhatian publik, terutama setelah dokumen-dokumen baru terkait Epstein kembali dibuka.














