JurnalPatroliNews – Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada perdagangan sesi I, Jumat (27/2/2026). Hingga siang hari, indeks terkoreksi 25 poin atau 0,31 persen ke level 8.209.
Aktivitas perdagangan terpantau ramai. Total volume transaksi mencapai 26,489 miliar saham dengan frekuensi 1.505.039 kali dan nilai transaksi sebesar Rp11,261 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 239 saham menguat, 420 saham melemah, dan 156 saham bergerak stagnan.
Di kelompok LQ45, sejumlah emiten masih mencatatkan penguatan, di antaranya INCO, AMMN, PGAS, JPFA, MBMA, KLBF, dan MAPI.
Sebaliknya, pelemahan tajam terjadi pada beberapa saham lapis menengah. Jantra Grupo Indonesia (KAQI) anjlok 18 poin atau 14,52 persen ke level 106. Disusul Bhuwanatala Indah Permai (BIPP) yang turun 13 poin atau 12,50 persen ke posisi 91.
Tekanan juga terlihat pada Armada Berjaya Trans (JAYA) yang merosot 27 poin atau 12,39 persen ke 191, MNC Sky Vision (MSKY) turun 13 poin atau 12,38 persen ke 92, serta DMS Propertindo (KOTA) yang melemah 10 poin atau 11,90 persen ke level 74.
Dari jajaran LQ45, saham yang menjadi penekan indeks antara lain UNTR, INDF, ASII, DSSA, AMRT, INKP, dan TLKM.
Secara sektoral, indeks sektor industri tampil paling kuat dengan kenaikan 3,34 persen. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi pemberat utama setelah terkoreksi 0,79 persen.
Sejumlah saham perbankan terpantau melemah, antara lain MEGA turun 2,88 persen, BBCA melemah 1,37 persen, BBRI turun 1,27 persen, AGRO terkoreksi 0,95 persen, BBNI melemah 0,90 persen, dan BBTN turun 0,36 persen.
Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut tertekan. Mata uang Garuda melemah 6 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp16.765 per dolar AS.














