Harga Minyak Dunia Anjlok Dipengaruhi Perpanjangan Negosiasi AS–Iran

JurnalPatroliNews – Jakarta – Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Jumat (26/2/2026) dan berpotensi mencatat penurunan secara mingguan. Tekanan muncul setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat memperpanjang perundingan terkait program nuklir Teheran, yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik yang dapat mengganggu pasokan energi global.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 28 sen atau 0,4 persen ke posisi US$70,47 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 29 sen atau 0,44 persen menjadi US$64,92 per barel.

Secara mingguan, Brent tercatat melemah sekitar 1,8 persen, sedangkan WTI turun sekitar 2,2 persen. Koreksi ini memangkas sebagian penguatan yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya.

Analis ANZ, Daniel Hynes, menilai perkembangan negosiasi Washington–Teheran untuk sementara meredakan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan aksi militer Amerika Serikat dalam waktu dekat. Namun, ia mengingatkan bahwa ruang waktu menuju kesepakatan masih terbatas.

“Walaupun ini awalnya meredakan kekhawatiran akan aksi militer AS yang segera terjadi, waktu untuk mencapai kesepakatan sangat sempit sebelum tenggat Presiden Trump pada 1–6 Maret,” ujarnya.

Bagi pelaku pasar, kelanjutan perundingan menjadi faktor krusial. Apabila kesepakatan tercapai, risiko gangguan pasokan minyak global dapat ditekan. Sebaliknya, kegagalan negosiasi berpotensi kembali memicu lonjakan harga minyak dunia.