Tiga Penambang Ilegal di Pongkor Ditemukan Tewas, Diduga Kekurangan Oksigen

JurnalPatroliNews – Jakarta – Tiga warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan tambang emas Pongkor, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ketiganya berinisial AK, AJ, dan AD.

Jenazah para korban ditemukan oleh pihak keluarga tidak jauh dari lokasi pencarian yang sebelumnya dilakukan tim SAR. Mereka sempat dinyatakan hilang sejak akhir Januari 2026.

Anggota DPRD Jawa Barat, Doni Maradona Hutabarat, membenarkan kabar penemuan tersebut di area penambangan milik PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor.

“Iya benar, tadi malam ditemukan oleh keluarga korban. Tiga korban sebelumnya dinyatakan hilang oleh Basarnas saat terakhir melakukan proses evakuasi,” ujar Doni kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan ketiga korban beraktivitas sebagai gurandil atau penambang tanpa izin. Mereka diduga meninggal akibat kehabisan oksigen setelah terpapar asap putih yang memenuhi terowongan tambang.

Sebelumnya, tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah melakukan upaya pencarian. Namun, kondisi di dalam tambang dinilai sangat berisiko dan membutuhkan peralatan khusus.

Search and Rescue (SAR) Mission Coordinator Basarnas, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan hasil asesmen menunjukkan struktur terowongan tidak stabil dan kualitas udara di dalamnya tidak layak.

“Struktur di dalam tambang mengalami pelapukan di beberapa titik dan kualitas udara tidak layak, sehingga tim harus menggunakan peralatan khusus seperti SCBA serta peralatan SAR untuk ruang terbatas,” ujarnya dalam keterangan sebelumnya.

Proses penanganan selanjutnya masih menunggu koordinasi pihak terkait.