Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi 2026: 20.000 Kuota Gratis untuk Lulusan SMA/SMK

JurnalPatroliNews – Jakarta -Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 sebagai langkah strategis meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan etos kerja tenaga kerja Indonesia.

Program ini dirancang untuk memfasilitasi masyarakat, baik yang ingin memasuki dunia kerja profesional maupun yang berencana merintis wirausaha.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pelatihan ini diselenggarakan secara gratis oleh pemerintah. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya besar dalam memperkuat kualitas angkatan kerja demi mendukung visi SDM Unggul 2045.

Menurut Menko Airlangga, program ini mengedepankan konsep link and match guna memastikan keahlian yang diajarkan selaras dengan tuntutan dunia usaha dan industri terkini.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, merinci bahwa pada Batch 1 ini, Kemnaker menyediakan kuota sebanyak 20.000 peserta.

Sepanjang tahun 2026, program ini ditargetkan menyentuh lebih dari 70.000 peserta yang akan dibagi ke dalam tiga gelombang pelatihan.

Pelaksanaan pelatihan dilakukan secara serentak di 21 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan Kemnaker yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Program ini terbuka bagi masyarakat umum dengan usia minimal 17 tahun dan wajib memiliki akun pada platform SIAPkerja. Khusus untuk Batch 1, pemerintah memberikan prioritas bagi lulusan SMA, SMK, atau MA sederajat angkatan tahun 2023 hingga 2025.

Menaker berharap para lulusan sekolah menengah dapat mengoptimalkan peluang ini sebagai alternatif peningkatan keterampilan selain program pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi.

Masyarakat yang berminat dapat melakukan pendaftaran melalui laman resmi skillhub.kemnaker.go.id hingga tanggal 6 Maret 2026.

Proses seleksi peserta akan dilakukan pada 9–15 Maret, diikuti pengumuman hasil pada 16 Maret, dan kegiatan pelatihan akan dimulai secara efektif pada 1 April 2026.

Kejuruan yang ditawarkan sangat beragam dan relevan dengan industri masa depan, mulai dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), otomotif, hingga manufaktur.

Beberapa program spesifik yang tersedia antara lain instalasi panel surya, keamanan siber (cyber security), kendaraan listrik, pemasaran digital, hingga smart farming.

Selain mendapatkan ilmu secara cuma-cuma, peserta akan memperoleh berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut mencakup uang transportasi, konsumsi selama pelatihan, serta perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Setelah menyelesaikan program, peserta akan menerima sertifikat pelatihan dari BPVP dan sertifikat kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bekal berharga di pasar kerja.