Serangan Udara Hantam Sekolah Dasar Putri di Iran Selatan, 5 Siswi Tewas

JurnalPatroliNews – Jakarta -Situasi kemanusiaan di wilayah Iran selatan memburuk setelah otoritas setempat melaporkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil dalam rangkaian serangan udara yang melanda negara tersebut.

Kantor Berita Pemerintah Iran, IRNA, yang dilansir oleh AlJazeera pada Sabtu (28/2/2026), menyebutkan bahwa salah satu serangan menghantam sebuah sekolah dasar putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan.

Insiden tragis tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya lima orang siswi. Hingga saat ini, pihak berwenang di Teheran masih melakukan verifikasi lapangan untuk mendapatkan rincian lebih lanjut mengenai total korban luka serta tingkat kerusakan infrastruktur pendidikan di wilayah pesisir Iran selatan tersebut.

Serangan ini merupakan bagian dari kampanye militer besar-besaran yang dilancarkan secara bersama oleh Israel dan Amerika Serikat pada hari yang sama. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi peluncuran operasi gabungan yang diberi sandi Operasi Auman Singa (Operation Lion’s Roar).

Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menegaskan bahwa tujuan utama dari operasi militer ini adalah untuk mengakhiri ancaman yang bersumber dari rezim di Teheran.

Ia mengeklaim bahwa target operasi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara spesifik diarahkan pada fasilitas milik Garda Revolusi (IRGC) serta situs-situs peluncuran rudal balistik yang dianggap mengancam keamanan regional.

Kendati demikian, munculnya laporan mengenai sekolah dasar yang terkena dampak langsung memicu kekhawatiran internasional terkait keselamatan warga sipil di tengah pertempuran.

Di sisi lain, Iran telah memberikan respons militer secara cepat. Pihak Teheran mengeklaim telah meluncurkan serangan balasan yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Bahrain.

Konfrontasi langsung ini menandai babak baru ketegangan di Timur Tengah, di mana fasilitas sipil mulai terdampak oleh intensitas serangan udara kedua belah pihak.

Komunitas internasional kini tengah memantau perkembangan situasi di Iran selatan sembari mendesak adanya perlindungan bagi objek-objek non-militer.