Trump Peringatkan Iran: Ancaman Kekuatan Dahsyat Jika Teheran Berani Balas Dendam

JurnalPatroliNews – Jakarta -Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran melalui platform media sosial Truth Social pada Minggu (1/3/2026) dini hari.

Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer dalam skala yang belum pernah terlihat sebelumnya jika Teheran memutuskan untuk melancarkan serangan balasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Berdasarkan laporan AFP, Trump mengeklaim telah mendapatkan informasi mengenai rencana Iran untuk melakukan serangan yang lebih masif dari yang pernah dilakukan sebelumnya.

Menanggapi potensi ancaman tersebut, ia memperingatkan Teheran dengan nada yang sangat tegas agar tidak merealisasikan niat tersebut.

Dalam unggahan yang ditulis dengan huruf kapital, Trump menegaskan bahwa jika Iran tetap melancarkan serangan, Amerika Serikat akan menghantam balik dengan kekuatan yang belum pernah disaksikan oleh dunia.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang memuncak pasca-kampanye pengeboman gabungan antara Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan pusat-pusat komando di Iran.

Konflik ini didahului oleh peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat secara besar-besaran di kawasan Timur Tengah.

Analis militer menyebut mobilisasi aset tempur kali ini merupakan pengerahan kekuatan terbesar oleh Pentagon sejak invasi Irak pada tahun 2003 silam.

Langkah ini diambil untuk memastikan supremasi udara dan laut AS tetap terjaga di seluruh wilayah Teluk.

Di sisi lain, laporan lapangan menunjukkan bahwa Iran telah memulai rangkaian respons militer. Sejumlah wilayah di kawasan Teluk, termasuk ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Beberapa proyektil juga dikabarkan jatuh di area sekitar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut, meskipun tingkat kerusakannya belum dirinci secara mendalam.

Trump menegaskan bahwa operasi militer Amerika Serikat akan terus berlangsung selama diperlukan untuk mencapai stabilitas keamanan nasional.

Ia juga secara terbuka kembali mendorong rakyat Iran untuk memanfaatkan situasi ini sebagai kesempatan terbesar guna menggulingkan rezim yang saat ini berkuasa.

Washington memandang kekosongan kepemimpinan pasca-tewasnya Khamenei sebagai titik balik bagi peta politik di Republik Islam tersebut.