JurnalPatroliNews – California – Penyanyi pop dunia Britney Spears kembali menjadi sorotan publik setelah ditangkap polisi karena mengemudi dalam keadaan mabuk atau driving under the influence (DUI) di wilayah Ventura County, Amerika Serikat.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu malam (4/3/2026) waktu setempat ketika petugas dari California Highway Patrol menghentikan kendaraan yang dikendarai Spears di sekitar kawasan Westlake Village.
Setelah dihentikan, pelantun lagu Toxic itu langsung diamankan oleh petugas, diborgol, dan dibawa untuk menjalani proses hukum di kantor sheriff setempat. Spears kemudian dibebaskan pada Kamis pagi setelah menjalani pemeriksaan.
Usai dibebaskan, Spears dilaporkan memilih menghindari sorotan publik dan lebih banyak berada di rumah. Sumber yang dekat dengan penyanyi tersebut menyebut orang-orang di lingkaran terdekatnya kini mendorong Spears untuk mendapatkan bantuan profesional, termasuk dukungan kesehatan mental serta program rehabilitasi untuk mengatasi berbagai persoalan yang tengah dihadapinya.
Tak lama setelah kabar penangkapan itu mencuat, ibunya, Lynne Spears, langsung menghubungi sang putri. Berdasarkan keterangan sumber yang dikutip media, percakapan antara keduanya berlangsung dalam suasana positif dan penuh harapan. Spears juga sempat berkomunikasi dengan kedua putranya setelah dibebaskan dari tahanan.
Respons juga datang dari dua mantan suami Spears. Aktor dan model Sam Asghari, yang menikah dengan Spears pada 2022 hingga 2024, mengatakan setiap orang dapat melakukan kesalahan dan berharap media memberikan ruang privasi bagi mantan istrinya.
“Saya pikir setiap orang berhak mendapatkan privasi, dan saya berharap media belajar dari masa lalu untuk memberinya ruang yang ia butuhkan,” ujar Asghari.
Sementara itu, mantan suami Spears lainnya, Kevin Federline, yang memiliki dua anak bersama penyanyi tersebut, juga menyampaikan harapan melalui pengacaranya, Mark Vincent Kaplan. Ia menyebut Federline hanya berharap yang terbaik bagi Spears.
“Jika memang diperlukan bantuan, dia berharap Britney tidak menolaknya maupun orang-orang yang mencoba menolongnya,” kata Kaplan.
Di sisi lain, tim Spears tengah mempertimbangkan berbagai opsi penanganan untuk membantu sang penyanyi, mulai dari terapi kesehatan mental, program detoksifikasi, hingga program dual-diagnosis yang biasanya digunakan untuk menangani masalah kesehatan mental sekaligus ketergantungan zat.
Manajer Spears, Cade Hudson, mengatakan timnya sedang menyusun langkah agar Spears dapat kembali menata kehidupannya. Ia juga menegaskan bahwa penyanyi tersebut akan mematuhi proses hukum yang sedang berjalan.
Hingga kini belum dipastikan apakah Spears akan menjalani perawatan secara rawat inap atau rawat jalan. Proses tersebut juga masih menunggu perkembangan sidang pengadilan yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Mei 2026.
Menurut keterangan kepolisian, setelah penangkapan Spears sempat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani tes darah guna mengukur kadar alkohol dalam tubuh serta kemungkinan penggunaan obat-obatan terlarang. Polisi menduga ia mengemudi di bawah pengaruh kombinasi alkohol dan obat-obatan.














