Rusia Diduga Pasok Intelijen ke Iran, Bos Pentagon: Kami Tahu Siapa Bicara dengan Siapa!

JurnalPatroliNews – Jakarta -Laporan mengejutkan dirilis oleh media Amerika Serikat, The Washington Post, yang menyebut adanya dugaan aliran data intelijen dari Rusia ke Iran di tengah gempuran Operasi Epic Fury.

Rusia diduga memberikan informasi strategis terkait lokasi aset militer Amerika Serikat, termasuk koordinat kapal perang dan pergerakan pesawat tempur, kepada pihak Teheran.

Laporan tersebut mencuat seiring dengan meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah yang telah merenggut nyawa enam tentara Amerika Serikat. Para prajurit tersebut tewas dalam serangan balasan Iran yang menyasar pangkalan militer AS di Kuwait serta kantor CIA di Riyadh, Arab Saudi.

Rusia memang dikenal sebagai mitra strategis Iran, baik dalam hubungan diplomatik maupun perdagangan. Kerjasama militer kedua negara tersebut dilaporkan semakin erat di tengah tekanan global terhadap kedua rezim.

Pentagon Nyatakan Tetap Pegang Kendali

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memberikan pernyataan tegas. Bos Pentagon itu menyatakan tidak merasa khawatir dan enggan mengonfirmasi secara detail mengenai kebenaran dugaan bocoran data intelijen dari Moskow tersebut.

Hegseth menegaskan bahwa jajaran komandan militer Amerika Serikat di lapangan sudah mengantisipasi segala kemungkinan.

Menurutnya, supremasi intelijen AS masih menjadi yang terdepan sehingga pergerakan pihak lawan maupun mitranya tetap terpantau secara saksama.

“Para komandan kami mengetahui semuanya. Kami memiliki intelijen terbaik di dunia. Kami mengetahui siapa yang berbicara dengan siapa,” ujar Hegseth sebagaimana dikutip dari Reuters.

Pernyataan ini seolah memberikan sinyal bahwa Amerika Serikat tidak terganggu dengan upaya bantuan dari pihak ketiga bagi Iran.

Pentagon tetap berfokus pada kelanjutan operasi militer mereka di kawasan tersebut sembari menjaga keamanan aset-aset strategis mereka yang tersebar di Timur Tengah.