JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan 218 jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada Senin (9/3).
Proyek infrastruktur yang rampung hanya dalam waktu 2,5 bulan ini merupakan hasil kerja keras prajurit TNI dalam mempercepat akses transportasi, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi atas efisiensi dan dedikasi TNI. Tercatat 218 jembatan telah berdiri kokoh, terdiri dari 77 jembatan Bailey, 59 jembatan Armco, dan 82 jembatan perintis.
“Penyelesaian 218 jembatan dalam waktu 2,5 bulan adalah prestasi luar biasa. Ini menunjukkan kesungguhan hati seluruh prajurit TNI dan petugas di daerah terdampak bencana yang sangat membutuhkan akses ini,” ujar Presiden Prabowo.
Laporan Satgas Jembatan TNI
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, selaku Komandan Satgas Jembatan, melaporkan progres tersebut melalui video conference usai meresmikan Jembatan Garuda di Lhokseumawe, Aceh.
Kasad mengungkapkan bahwa target besar pembangunan mencakup 1.072 jembatan di seluruh Indonesia. “Izin melaporkan, saat ini kita sudah mulai mengerjakan 1.072 jembatan, dan 218 di antaranya telah selesai,” jelas Kasad Maruli.
Ia menambahkan bahwa infrastruktur ini berdampak langsung pada akses pendidikan anak sekolah dan penguatan ekonomi kerakyatan di daerah terpencil.
Rincian Sebaran Pembangunan
Fokus utama pembangunan berada di wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) untuk pemulihan pascabencana, serta wilayah lain di Indonesia untuk membuka isolasi geografis. Berikut rincian teknisnya:
Jenis Jembatan Aceh Sumut Sumbar Daerah Lain Total Bailey 40 24 11 2 (Jateng) 77 Armco 34 15 10 – 59 Perintis/Gantung 14 10 3 55 82
Program ini merupakan sinergi strategis antara pemerintah dan TNI dalam mempercepat pemulihan infrastruktur nasional. Dengan kembalinya konektivitas antarwilayah, diharapkan aktivitas sosial dan roda perekonomian masyarakat dapat kembali normal dan meningkat secara signifikan.














