JurnalPatroliNews – Jakarta – Memasuki H-10 menjelang Lebaran 2026, arus lalu lintas di jalur utama Pantura Semarang-Demak, khususnya di wilayah Kecamatan Sayung, terpantau aman dari genangan banjir rob pada Selasa (10/3).
Meskipun Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, pergerakan kendaraan pemudik mulai menunjukkan peningkatan namun tetap terkendali.
Berdasarkan pantauan CCTV Dinas Perhubungan Kabupaten Demak pukul 17.12 WIB, arus kendaraan di titik-titik rawan rob masih mengalir ramai lancar tanpa hambatan air laut yang melimpas ke badan jalan.
Waspada Prediksi Rob Pertengahan Maret
Kendati saat ini kondisi jalan masih kering, BMKG Maritim Semarang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diprediksi akan terjadi pada pertengahan Maret, tepatnya antara tanggal 12 hingga 17 Maret 2026. Periode ini diperkirakan bertepatan dengan puncak arus mudik Lebaran.
“Rob diprediksi akan terjadi di wilayah Pekalongan, Demak, hingga Semarang. Namun, fokus utama yang patut diwaspadai adalah daerah Sayung, Demak, karena potensi limpasan air laut ke Jalur Pantura masih cukup tinggi,” tulis keterangan BMKG.
Titik Kemacetan Non-Rob
Selain ancaman rob, para pemudik yang akan melintasi jalur ini diminta untuk mewaspadai titik kemacetan lain, yakni di depan kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Di lokasi tersebut tengah berlangsung proyek peninggian jalan yang mengakibatkan penyempitan jalur.
Pemerintah dan pihak kepolisian setempat mengimbau pengguna jalan untuk terus memantau informasi cuaca dan kondisi lalu lintas terkini, mengingat bulan Maret masih menyimpan potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Jawa Tengah yang dapat memperburuk kondisi jalan.














