Pemerintah Siapkan Menu Khusus Program MBG untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah menyiapkan menu khusus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Komposisi makanan disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi masing-masing kelompok.

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan menu yang disiapkan terdiri dari makanan siap santap serta paket sehat yang dirancang untuk mendukung kesehatan ibu sekaligus pertumbuhan anak.

Menu MBG siap santap bagi ibu hamil dan menyusui mencakup makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, serat, dan lemak sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Selain itu, tersedia pula paket MBG sehat berupa minuman khusus untuk ibu hamil atau menyusui yang dilengkapi telur dan buah.

Sementara bagi balita usia 0–2 tahun, paket MBG siap santap juga disusun sebagai makanan lengkap yang memenuhi kebutuhan gizi harian. Adapun paket MBG sehat berisi makanan pendamping ASI atau MPASI serta buah dengan tekstur yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ermia Sofiyessi, mengatakan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didorong untuk aktif mendata ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan berkoordinasi bersama fasilitas kesehatan serta pemerintah setempat.

“Setiap hari kelompok 3B menerima MBG dengan penjadwalan yang disepakati dengan posyandu. Bisa juga ada kesepakatan lain dengan kader, apakah makanan diantar ke rumah atau diambil sendiri oleh ibu hamil dan ibu menyusui,” ujar Ermia dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Salah satu wilayah yang telah menerapkan program tersebut berada di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Distribusi makanan untuk balita dilakukan melalui kader posyandu berdasarkan data penerima manfaat dari masing-masing RT.

Koordinator Posyandu Balita Kemala XVI-11 Palmerah, Muslika, menyebut data penerima manfaat telah tercatat dengan rapi sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran.

Ia juga menjelaskan bahwa bagi orang tua yang bekerja, pengurus posyandu menyediakan mekanisme penitipan wadah agar makanan tetap bisa diterima oleh keluarga penerima.

“Biasanya ada orang tua yang bekerja sehingga mereka menitipkan wadah. Nanti kami memindahkan makanan ke wadah tersebut dan ibunya bisa mengambil ketika sempat,” ujar Muslika.

Melalui sistem distribusi yang terstruktur serta menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi, program MBG diharapkan dapat menjangkau kelompok ibu dan anak secara tepat sasaran sekaligus memperkuat upaya pemenuhan gizi sejak dini.