BI Ingatkan Risiko Penipuan di Tengah Maraknya Calo Penukaran Uang Lebaran


JurnalPatroliNews – Jakarta –   Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap praktik penukaran uang melalui calo yang marak menjelang Hari Raya Idulfitri. Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan penukaran uang resmi guna menghindari risiko penipuan maupun kerugian finansial.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Muh. Anwar Bashori, menegaskan masyarakat sebaiknya menukarkan uang rupiah hanya melalui layanan resmi yang disediakan Bank Indonesia maupun perbankan.

“Bank Indonesia mengimbau agar masyarakat hanya melakukan penukaran uang rupiah melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan guna menjamin keaslian uang serta keamanan transaksi,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, praktik penukaran uang melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi memiliki berbagai risiko yang dapat merugikan masyarakat. Salah satunya adalah ketidakpastian keaslian uang yang diterima.

Selain itu, jumlah uang yang ditukarkan juga berpotensi tidak akurat, karena tidak ada sistem verifikasi resmi. Transaksi semacam itu juga tidak memiliki perlindungan atau pertanggungjawaban yang jelas sehingga rawan dimanfaatkan oleh pelaku penipuan.

“Penukaran melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi memiliki berbagai risiko, antara lain keaslian uang tidak terjamin, jumlah uang sulit dipastikan akurat, tidak memiliki perlindungan atau pertanggungjawaban, serta rawan penipuan yang dapat merugikan masyarakat secara finansial,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran, Bank Indonesia telah memperluas layanan penukaran uang hingga mencapai 9.294 titik layanan di seluruh Indonesia.

Selain itu, BI juga menyediakan layanan tambahan melalui program SERAMBI Peduli Mudik yang digelar pada 16–17 Maret 2026.

Program tersebut menyediakan 55 titik layanan penukaran uang yang difokuskan di lokasi-lokasi strategis arus mudik, seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, hingga rest area di berbagai daerah.

Anwar menambahkan, layanan tambahan tersebut menyiapkan sekitar 11.900 paket penukaran uang bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik, sehingga kebutuhan uang pecahan baru menjelang Lebaran dapat terpenuhi secara aman dan resmi.