Trump Bentuk Koalisi Global Amankan Selat Hormuz, NATO Terancam Jika Tak Bantu AS

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan rencana pembentukan koalisi internasional untuk mengamankan Selat Hormuz, Minggu (15/3/2026).

Langkah ini diambil guna merespons gangguan jalur pelayaran di titik strategis tersebut akibat meningkatnya tensi konflik dengan Iran.

Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang menjadi jalur lintasan bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak global. Trump menegaskan bahwa negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk tidak boleh hanya berpangku tangan.

“Saya menuntut negara-negara itu ikut melindungi wilayah mereka sendiri, karena dari sanalah mereka mendapatkan energi,” tegas Trump kepada awak media di atas pesawat kepresidenan Air Force One.

Laporan Reuters pada Senin (16/3/2026) menyebutkan bahwa pemerintah AS telah menghubungi tujuh negara untuk bergabung dalam operasi pengamanan ini.

Meski belum dirinci secara resmi, Trump sebelumnya telah memberikan sinyal kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk segera mengirimkan armada kapal ke selat tersebut.

Tak hanya itu, Trump juga memberikan peringatan keras kepada aliansi NATO. Dalam wawancara dengan Financial Times, ia memperingatkan adanya “masa depan yang sangat buruk” bagi aliansi tersebut jika enggan memberikan dukungan nyata kepada AS.

“Kita punya NATO. Selama ini kami banyak membantu mereka. Sekarang kita lihat apakah mereka mau membantu kami,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Bahkan, demi menekan Beijing agar terlibat dalam pengamanan jalur minyak tersebut, Trump membuka kemungkinan untuk menunda pertemuan pentingnya dengan Presiden Xi Jinping.

Targetnya, pengumuman resmi pembentukan koalisi pengamanan ini akan dilakukan dalam waktu dekat guna memastikan stabilitas pasar energi global.