Rapor Merah AGRO 2025: Laba Berbalik Jadi Rugi Rp498,6 Miliar

JurnalPatroliNews – Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk mencatatkan kinerja keuangan negatif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan kerugian bersih sebesar Rp498,6 miliar. Capaian ini berbanding terbalik dengan kinerja tahun sebelumnya yang masih mencatat laba bersih Rp50,89 miliar.

Penurunan kinerja tersebut turut berdampak pada rugi per saham yang tercatat mencapai Rp20,20, mencerminkan tekanan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (16/3/2026), lonjakan beban penyisihan kerugian penurunan nilai menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja perseroan. Nilai penyisihan tersebut meningkat 34,9 persen menjadi Rp553,6 miliar.

Selain itu, tingginya beban operasional yang mencapai Rp638,80 miliar juga turut memperburuk kondisi keuangan perusahaan.

Meski demikian, kinerja intermediasi bank masih menunjukkan tren positif. Pendapatan bunga neto tercatat meningkat menjadi Rp696,34 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 13,87 persen secara tahunan (year-on-year).

Dari sisi neraca, total aset perusahaan relatif stabil di level Rp13,08 triliun. Namun, ekuitas mengalami penurunan sebesar 12,8 persen menjadi Rp3,01 triliun akibat kerugian yang dialami sepanjang tahun berjalan.

Sementara itu, liabilitas perusahaan tercatat naik tipis 4,1 persen menjadi Rp10,07 triliun. Di sisi likuiditas, posisi kas akhir tahun mengalami penurunan 29,1 persen menjadi Rp1,19 triliun, seiring meningkatnya aktivitas investasi dan pendanaan.

Kendati demikian, arus kas dari aktivitas operasi masih tercatat positif sebesar Rp391 miliar, menunjukkan operasional inti perusahaan tetap berjalan.

Secara keseluruhan, tantangan utama yang dihadapi AGRO sepanjang 2025 terletak pada pengelolaan risiko kredit dan efisiensi biaya. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan bunga dan stabilitas kinerja keuangan ke depan.