JurnalPatroliNews – Jakarta – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Israel mengklaim telah menewaskan pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Larijani, dalam gelombang serangan udara terbaru, Selasa (17/3/2026).
Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa Larijani, yang merupakan sekutu dekat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menjadi target utama dalam operasi semalam.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas di Teheran belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengonfirmasi atau membantah kabar tersebut. Namun, empat pejabat tinggi Israel telah memberikan konfirmasi kepada Reuters bahwa Larijani berada di dalam lokasi yang menjadi sasaran rudal mereka.
“Larijani termasuk dalam target utama operasi militer kami di wilayah Iran tadi malam,” ungkap sumber tersebut.
Jika informasi ini tervalidasi, kematian Larijani akan menjadi pukulan telak bagi struktur keamanan Iran. Sosoknya dikenal luas sebagai mantan negosiator nuklir berpengaruh dan tetap aktif di lingkaran kekuasaan, bahkan terlihat mengikuti aksi Hari Quds di Teheran pada Jumat (13/3) lalu.
Bersamaan dengan serangan tersebut, Amerika Serikat dilaporkan turut meningkatkan tekanan dengan menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS untuk informasi terkait pejabat intelijen Iran, termasuk sosok Larijani.
Laporan dari Al Jazeera menyebutkan bahwa operasi udara Israel tidak hanya menyasar Larijani. Gholamreza Soleimani, kepala pasukan paramiliter Basij, serta sejumlah pejabat senior lainnya juga dilaporkan menjadi target pengeboman.
Saat ini, penilaian dampak serangan (battle damage assessment) masih terus dilakukan oleh berbagai pihak intelijen internasional.











