JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara resmi menolak usulan penurunan ketegangan dan tawaran gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS).
Penolakan tegas ini disampaikan melalui jalur diplomatik pada Selasa (17/3/2026), di saat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah sedang berada di titik nadir.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa proposal perdamaian tersebut sebelumnya disampaikan ke Teheran melalui dua negara perantara. Namun, dalam pertemuan kebijakan luar negeri terbaru, Iran memilih untuk tetap pada posisi konfrontatif.
“Sikap Khamenei untuk membalas AS dan Israel sangat tegas dan serius,” ungkap seorang pejabat senior Iran kepada Reuters. Meski demikian, sumber tersebut tidak merinci apakah Mojtaba Khamenei hadir secara fisik dalam pertemuan pengambilan keputusan strategis tersebut.
Langkah Teheran ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran belum memiliki niat untuk meredakan ketegangan militer. Penolakan ini juga terjadi hanya beberapa saat setelah militer AS melancarkan serangan udara terbaru yang diklaim menewaskan Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani.
Hingga saat ini, otoritas Iran masih menutup rapat informasi terkait kondisi Ali Larijani, namun sikap penolakan gencatan senjata ini dipandang sebagai jawaban awal atas operasi militer yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv di wilayah mereka.












