JurnalPatroliNews – TEHERAN — Otoritas Iran mengonfirmasi tewasnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh Israel pada Selasa malam (17/3/2026).
Kabar tersebut disampaikan kantor berita Fars News yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dalam laporannya, Larijani dinyatakan gugur sebagai martir.
“Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, telah gugur sebagai martir,” demikian pernyataan Fars melalui platform X.
Dalam keterangan lanjutan, disebutkan bahwa serangan menyasar kediaman keluarga Larijani di wilayah Pardis. Ia dilaporkan tewas bersama putranya, salah satu wakilnya, serta sejumlah pengawal dalam serangan yang disebut melibatkan jet tempur Amerika Serikat dan Israel.
Larijani merupakan salah satu tokoh penting di Iran yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen hingga 2020. Ia juga dikenal sebagai figur berpengaruh dalam lingkaran kekuasaan negara tersebut.
Kematian Larijani menjadikannya salah satu pejabat paling senior yang tewas dalam rangkaian konflik terbaru, setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Sejumlah laporan menyebut Larijani sempat dipandang sebagai figur transisi kepemimpinan sebelum posisi strategis tersebut dikaitkan dengan Mojtaba Khamenei, yang hingga kini belum tampil secara publik.
Menanggapi insiden tersebut, IRGC mengeluarkan pernyataan keras dengan menegaskan akan melakukan pembalasan atas kematian Larijani dan korban lainnya.
“Darah para syuhada akan menjadi sumber kekuatan dan kebangkitan nasional, dan kami tidak akan melupakan untuk membalasnya,” demikian pernyataan resmi mereka.
Di sisi lain, militer Israel juga mengklaim telah menewaskan Gholam Reza Soleimani, komandan pasukan paramiliter Basij, dalam serangan terpisah.
Serangan terhadap jajaran elite Iran tersebut merupakan bagian dari operasi besar yang disebut menargetkan kemampuan nuklir dan rudal Teheran, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.













