JurnalPatroliNews – JAKARTA — Rencana pengiriman 8.000 personel TNI untuk menjalankan misi perdamaian di Gaza bersama International Stabilization Force (ISF) ditunda oleh pemerintah. Penundaan ini dilakukan menyusul situasi keamanan yang dinilai belum kondusif akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara, Anas Urbaningrum, menyarankan agar rencana tersebut tidak hanya ditunda, tetapi dibatalkan sepenuhnya.
“Sebaiknya dibatalkan,” tegas Anas melalui akun X miliknya, Rabu (18/3/2026).
Menurut Anas, dinamika geopolitik global yang terus berubah, khususnya sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, telah menggeser arah misi yang sebelumnya diharapkan sebagai upaya perdamaian.
Ia menilai, Trump yang semula dipersepsikan sebagai bagian dari solusi damai, kini justru berperan sebaliknya dalam konflik yang terjadi.
“Trump sudah batal sebagai imam perdamaian, sebagaimana misi awal. Sebaliknya, Trump justru menjadi imam perang dan pengganas kemanusiaan,” ujar Anas.
Lebih lanjut, Anas menekankan bahwa dalam situasi konflik yang semakin memanas, pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan secara matang risiko pengiriman pasukan ke wilayah konflik. Menurutnya, langkah tersebut harus dikaji secara komprehensif agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi Indonesia maupun stabilitas kawasan.
Pemerintah sendiri hingga kini belum memberikan kepastian terkait kelanjutan rencana pengiriman pasukan tersebut, seiring masih berlangsungnya eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.














