Upaya Putin Dongkrak Angka Kelahiran: Rusia Wajibkan Konsultasi Psikologi bagi Perempuan Tanpa Anak

JurnalPatroliNews – Moskov – Pemerintah Rusia mengambil langkah radikal untuk mengatasi krisis demografi yang kian memburuk. Dalam pedoman kesehatan terbaru yang dirancang Kementerian Kesehatan Rusia, para dokter kini diinstruksikan untuk merujuk perempuan yang menyatakan tidak ingin memiliki anak ke psikolog medis.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya besar Presiden Vladimir Putin untuk menyelamatkan populasi Rusia yang menyusut drastis.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Reuters, dalam pemeriksaan kesehatan reproduksi, tenaga medis akan mengajukan pertanyaan spesifik mengenai jumlah anak yang diinginkan oleh pasien perempuan.

“Jika perempuan tersebut menjawab nol, disarankan untuk merujuk pasien ke konsultasi dengan psikolog medis dengan tujuan membentuk sikap positif terhadap memiliki anak,” demikian bunyi poin utama dalam pedoman kesehatan yang baru saja disebarluaskan pekan ini.

Krisis populasi di Rusia telah mencapai titik nadir dalam dua abad terakhir, dengan angka kelahiran hanya menyentuh 1,4 anak per perempuan.

Angka ini jauh di bawah standar stabilitas populasi yang idealnya berada di angka 2,1. Masalah demografi ini semakin terakselerasi dalam empat tahun terakhir menyusul pengerahan ratusan ribu pria muda ke medan perang di Ukraina.

Para pemimpin di Kremlin menilai penyusutan populasi sebagai ancaman terhadap kelangsungan hidup nasional. Sebagai bentuk keseriusan, Rusia juga telah memberlakukan undang-undang yang mengategorikan promosi gaya hidup tanpa anak (childfree) sebagai propaganda ilegal.

Selain pendekatan psikologis dan hukum, pemerintah Rusia juga menawarkan insentif finansial besar bagi keluarga dengan banyak anak dan memuji mereka sebagai pahlawan nasional.

Di sisi lain, akses terhadap prosedur aborsi mulai diperketat sebagai bagian dari rangkaian kebijakan pro-natalis yang agresif demi menjamin masa depan populasi negara beruang merah tersebut.