Ledakan Petasan di Grobogan dan Pekalongan Saat Malam Takbiran, 10 Orang Terluka


JurnalPatroliNews – JAWA TENGAH — Perayaan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diwarnai insiden ledakan petasan di dua wilayah di Jawa Tengah. Sedikitnya 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut, dengan satu korban dalam kondisi parah.

Insiden pertama terjadi di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diketahui bernama M Nur Attamimi (19), yang mengalami luka serius saat meracik petasan.

Berdasarkan keterangan polisi, ledakan terjadi ketika korban melubangi petasan menggunakan paku untuk memasang sumbu, lalu menutup ujungnya dengan cara dipukul.

“Korban menutup ujung petasan dengan cara memukul, kemudian terjadi ledakan,” ujar Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, Sabtu (21/3/2026).

Ledakan tersebut mengejutkan warga sekitar. Korban ditemukan dalam kondisi terkapar di dalam rumah dengan sejumlah luka serius. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar di wajah dan leher dengan luas sekitar 4,5 persen, serta patah tulang di bagian lengan dan luka di sejumlah bagian tubuh.

Peristiwa serupa terjadi di wilayah Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Ledakan yang cukup besar menyebabkan kerusakan pada sebuah rumah hingga genteng beterbangan.

Ketua RT setempat, Edi Purnomo, mengatakan suara ledakan terdengar sangat keras hingga membuat warga keluar rumah.

“Saya keluar dan terlihat asap dari rumah kosong yang hancur,” ujarnya.

Dari lokasi kejadian, warga menemukan sejumlah korban dengan kondisi luka-luka yang kemudian segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan. Total sembilan orang menjadi korban dalam insiden ini, dengan satu di antaranya mengalami luka parah dan menjalani perawatan di RS Siti Khotijah Pekalongan.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil penyelidikan awal, petugas mengamankan 41 selongsong petasan, terdiri dari 35 yang telah diisi bubuk mercon dan enam lainnya masih kosong.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, mengatakan pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi kejadian.

“Korban sembilan orang luka-luka. Kami melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak meracik atau menggunakan petasan secara sembarangan karena berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan serius, terutama di momen perayaan seperti malam takbiran.