JurnalPatroliNews – Jakarta — International Energy Agency (IEA) mengusulkan sejumlah langkah praktis untuk menekan lonjakan harga energi global, salah satunya dengan mendorong masyarakat bekerja dari rumah atau work from home (WFH) serta mengurangi perjalanan udara.
Rekomendasi tersebut muncul di tengah meningkatnya harga energi akibat ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi ini memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi di berbagai negara seiring mahalnya harga minyak dan energi.
IEA menjelaskan, langkah-langkah tersebut ditujukan bagi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga rumah tangga. Fokus utama kebijakan ini adalah menekan konsumsi energi dari sisi permintaan agar tekanan harga dapat diredam.
Selain mendorong WFH, IEA juga menyarankan penurunan batas kecepatan kendaraan di jalan raya hingga 10 km/jam untuk menghemat bahan bakar. Masyarakat juga dianjurkan menghindari penerbangan jarak pendek apabila tersedia alternatif transportasi lain seperti kereta api atau kendaraan darat.
Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menyatakan bahwa lembaganya telah mengambil langkah signifikan dengan melepas cadangan minyak darurat dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah.
“Kami baru-baru ini meluncurkan pelepasan stok minyak darurat terbesar yang pernah ada. Selain itu, langkah-langkah konkret dari sisi permintaan sangat penting untuk melindungi konsumen dari dampak krisis ini,” ujar Birol, Sabtu (21/3/2026).
Sebelumnya, pada 11 Maret, IEA menyetujui pelepasan sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis. Sebagian besar pasokan tersebut berasal dari Amerika Serikat sebagai upaya menstabilkan harga minyak global.
IEA juga menekankan pentingnya kerja sama internasional antara negara produsen dan konsumen energi guna menjaga stabilitas pasar di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.














