JurnalPatroliNews – HONOLULU — Bencana banjir besar melanda negara bagian Hawaii, Amerika Serikat, dengan sekitar 5.500 warga di wilayah utara Honolulu terpaksa mengungsi demi menghindari risiko yang lebih fatal.
Wali Kota Honolulu, Rick Blangiardi, menyatakan lebih dari 230 orang telah berhasil diselamatkan dari dampak banjir. Ia juga memperkirakan total kerusakan akibat bencana ini bisa melampaui 1 miliar dolar AS.
Air bah dilaporkan mengangkat rumah dan kendaraan, sementara sejumlah ruas jalan utama terpaksa ditutup karena terendam. Otoritas setempat pun mengeluarkan perintah evakuasi di sejumlah wilayah untuk meminimalkan potensi korban jiwa.
Situasi semakin mengkhawatirkan setelah bendungan di Pulau Oahu dilaporkan berada dalam kondisi rawan jebol. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan ancaman yang ada.
“Hati-hati, anggap badai ini seserius mungkin,” tegas Blangiardi, Minggu (22/3/2026).
Gubernur Hawaii, Josh Green, memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, meskipun dampak kerusakan disebut sangat luas.
“Ini adalah banjir terbesar yang pernah terjadi di Hawaii dalam 20 tahun terakhir,” ujarnya dalam konferensi pers.
Bencana ini dipicu oleh fenomena cuaca yang dikenal sebagai Kona Low, yakni sistem tekanan rendah yang membawa udara hangat dan kelembapan tinggi, sehingga memicu hujan deras dan banjir bandang.
Sejumlah wilayah mencatat curah hujan lebih dari 25 sentimeter dengan kecepatan angin mencapai 160 kilometer per jam. Kerusakan dilaporkan meluas ke berbagai sektor vital, termasuk bandara, sekolah, rumah sakit, hingga permukiman warga.
Pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Peringatan banjir juga diberlakukan di sejumlah pulau lain, seperti Maui, Molokai, dan Pulau Besar Hawaii, seiring potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.














