Lumpuhkan Kekuatan Udara Teheran, Serangan Israel Hantam Pusat Produksi Rudal Strategis Iran

JurnalPatroliNews – Jakarta – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Militer Israel mengonfirmasi serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah fasilitas produksi rudal balistik milik Garda Revolusi Iran (IRGC) di Teheran, Sabtu (21/3/2026) malam.

Pihak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa sasaran utama operasi ini adalah infrastruktur yang digunakan untuk memproduksi komponen vital dalam pengembangan rudal balistik jarak jauh milik rezim Iran.

“Serangan ini secara signifikan menurunkan kemampuan rezim Iran untuk memproduksi komponen penting rudal balistik.

Fasilitas yang menjadi sasaran merupakan bagian dari tulang punggung pertahanan udara mereka,” ungkap pernyataan resmi Militer Israel sebagaimana dikutip dari AFP.

Laporan intelijen menyebutkan serangan tersebut menghantam tiga titik strategis, yakni:

  1. Kompleks Garda Pusat: Pusat komando dan koordinasi operasional.
  2. Fasilitas Produksi Komponen Rudal: Lokasi perakitan teknologi sensor dan navigasi.
  3. Kompleks Kementerian Pertahanan Iran: Pusat pengembangan teknologi militer canggih.

Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel yang telah dimulai sejak 28 Februari 2026.

Aliansi ini menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah membongkar secara total kemampuan rudal balistik serta melumpuhkan fasilitas nuklir Iran yang dianggap mengancam stabilitas keamanan global.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Teheran belum memberikan rincian mengenai jumlah kerugian maupun korban jiwa akibat serangan di jantung ibu kota tersebut.

Namun, pengamat militer menilai hancurnya fasilitas ini akan menghambat kemajuan teknologi persenjataan Iran dalam beberapa tahun ke depan.