Lebanon Terbelah! Militer Israel Bom 5 Jembatan Utama di Sungai Litani, Pakar: Upaya Kosongkan Wilayah Selatan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Militer Israel (IDF) secara masif menargetkan infrastruktur vital di Lebanon Selatan dengan menghancurkan jembatan-jembatan strategis yang melintasi Sungai Litani.

Serangan terbaru menyasar Jembatan Dallafa yang menghubungkan wilayah Hasbaya-Marjeyoun dengan wilayah Jezzine-Chouf serta Bekaa Barat, Senin (23/3/2026).

Langkah ini menyusul penghancuran jembatan utama Qasmiyeh pada hari sebelumnya. Hingga saat ini, setidaknya lima dari enam jembatan utama yang membelah bagian selatan Lebanon telah hancur akibat bombardir udara Israel.

Memutus Jalur Logistik dan Komunikasi Pihak militer Israel berdalih bahwa penghancuran infrastruktur sipil ini merupakan keperluan militer mendesak.

Israel menuduh Hizbullah memanfaatkan jembatan-jembatan tersebut untuk mobilisasi pasukan dan pengiriman pasokan senjata dari wilayah utara dan lembah Bekaa menuju garis depan perbatasan.

Namun, para ahli militer menilai ada agenda strategis yang lebih luas di balik serangan ini. Penghancuran jembatan di atas Sungai Litani, yang terletak sekitar 30 kilometer di utara perbatasan Israel, dianggap sebagai upaya sistematis untuk mengisolasi wilayah Lebanon Selatan dari bagian negara lainnya.

Trauma Perang 2006 dan Ketakutan Populasi Strategi “bumi hangus” terhadap infrastruktur transportasi ini mengingatkan publik pada perang Hizbullah-Israel tahun 2006. Kala itu, Israel menghancurkan sedikitnya 97 jembatan dan jalan layang di seluruh Lebanon.

Penghancuran jembatan-jembatan yang baru saja dibangun kembali dengan dana donor internasional ini memicu ketakutan luar biasa bagi warga sipil Lebanon.

Muncul kekhawatiran bahwa Israel bermaksud untuk secara permanen mengurangi populasi di wilayah selatan Sungai Litani dengan memutus akses logistik, bantuan kemanusiaan, dan mobilitas penduduk, sehingga menciptakan “zona kosong” yang luas di perbatasan utara mereka.