Mediasi Krisis Timur Tengah: Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Arab Saudi-Iran

JurnalPatroliNews – Jakarta – Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan kecaman keras atas rentetan serangan yang menyasar wilayah Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir.

Pernyataan tegas ini disampaikan Sharif usai melakukan pembicaraan telepon langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), pada Rabu (25/3).

Dalam percakapan tersebut, Sharif menekankan pentingnya penghentian konflik secepatnya guna menjaga stabilitas kawasan yang kian memanas. Ia secara khusus memuji sikap pemerintah Arab Saudi yang dinilai tetap menunjukkan pengendalian diri yang luar biasa meskipun berada di bawah tekanan situasi genting.

“Saya mengapresiasi sikap menahan diri yang luar biasa dari Arab Saudi di tengah krisis saat ini. Kami menyerukan penghentian segera permusuhan, kembali ke situasi normal, serta memperkuat persatuan dunia Islam,” tulis Sharif melalui platform X, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Sebagaimana diketahui, sejak pertengahan Maret, Arab Saudi menjadi target serangan balasan berupa drone dan rudal yang diduga diluncurkan oleh Iran. Serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas energi dan target militer.

Meski sebagian besar berhasil dicegat, beberapa serangan dilaporkan menyebabkan kerusakan terbatas dan korban luka.

Lebih lanjut, PM Sharif menegaskan bahwa Pakistan terus melakukan upaya diplomatik intensif untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah. Bahkan, Islamabad secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator dan tuan rumah bagi perundingan damai guna menyelesaikan konflik yang melibatkan kekuatan regional.

“Pakistan siap dan merasa terhormat menjadi tuan rumah untuk memfasilitasi pembicaraan yang bermakna demi penyelesaian menyeluruh atas konflik yang sedang berlangsung,” tegas Sharif.

Kantor Perdana Menteri Pakistan melaporkan bahwa Mohammed bin Salman menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif perdamaian yang ditawarkan oleh Pakistan.

Kedua pemimpin sepakat untuk terus menjaga koordinasi erat guna meredakan ketegangan yang melibatkan aktor-aktor besar di kawasan tersebut.