JurnalPatroliNews – Jakarta – Kekuatan pertahanan laut Indonesia mencatatkan sejarah baru dengan tibanya KRI Prabu Siliwangi-321 di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3).
Kapal perang terbesar dan termutakhir milik TNI AL ini disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang kelas fregat yang didatangkan dari galangan kapal Fincantieri, Italia. Perjalanan panjang kapal ini dimulai sejak 11 Februari 2026 dari Base Navale Della Spezia setelah melalui proses serah terima dan peresmian pada Desember 2025 lalu.
Kapal yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja ini membawa 162 prajurit pengawak. Sebagai bagian dari Satuan Eskorta Komando Armada II (Koarmada II), KRI Prabu Siliwangi-321 dipersenjatai dengan teknologi tempur modern dan kemampuan manuver tinggi untuk pengamanan wilayah laut nasional.
Salah satu keunggulan menonjol dari kapal ini adalah pengoperasian meriam 127 mm. Uji coba penembakan (structural firing) telah sukses dilaksanakan pada Januari 2026, menandai pertama kalinya armada TNI AL mengoperasikan large caliber gun (di atas 120 mm) secara operasional di atas kapal perang.
Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menjelaskan bahwa KRI Prabu Siliwangi-321 memiliki spesifikasi dan kemampuan yang setara dengan KRI Brawijaya-320.
Keduanya berada dalam satu kelas dan tipe, baik dari segi sensor, sistem senjata, maupun peralatan pendukung lainnya.
“Dalam waktu dekat, TNI AL akan melaksanakan latihan menggunakan kapal-kapal terbaru ini guna menguji seluruh sistem senjata yang dimiliki. Ini adalah bagian dari komitmen kita meningkatkan kesiapan alutsista,” ujar Kasal di hadapan media.
Selama pelayaran menuju tanah air, KRI Prabu Siliwangi-321 juga mengemban misi diplomasi melalui kegiatan port visit dan courtesy call di Maroko serta Nigeria. Kehadiran kapal ini mempertegas langkah modernisasi TNI AL dalam menjaga kedaulatan di wilayah perairan strategis Indonesia.













