JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong koperasi-koperasi besar di Indonesia untuk melakukan lompatan besar dengan merambah sektor ekonomi strategis.
Hal ini ditegaskan Menkop saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Pelabuhan Indonesia (Kopelindo) di Surabaya, Sabtu (28/3).
Menkop meminta agar koperasi tidak lagi hanya bermain di “zona nyaman” seperti simpan pinjam, melainkan berani masuk ke sektor padat modal seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, hingga infrastruktur logistik nasional.
“Koperasi jangan hanya puas di sektor jasa penunjang kecil-kecilan. Saya mengajak Kopelindo untuk berani ekspansi ke sektor strategis guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional,” ujar Ferry Juliantono.
Dukungan Regulasi dan Digitalisasi Pemerintah menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan regulasi guna meminimalisir hambatan birokrasi bagi koperasi yang ingin bersaing dengan BUMN maupun swasta.
Namun, Menkop mengingatkan bahwa ekspansi tersebut wajib dibarengi dengan modernisasi tata kelola dan percepatan digitalisasi.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban agar koperasi bisa bersaing di rantai pasok global,” imbuhnya.
Kinerja Gemilang Kopelindo 2025 Dalam kesempatan yang sama, Kopelindo melaporkan tren kinerja yang terus bertumbuh sepanjang tahun buku 2025. Saat ini, Kopelindo mencatatkan total aset mencapai sekitar Rp800 miliar dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) berada di angka Rp20 miliar.
Plh Ketua Kopelindo, Rudy Herdiyanto, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi fondasi transformasi menjadi koperasi modern. Dengan tema “Beyond Cooperative”, Kopelindo telah memulai migrasi sistem ke arah digital dan memperluas wilayah kerja.
“Tahun 2025 kami berhasil mencapai target utama, mulai dari peningkatan akses anggota hingga perluasan wilayah kerja. Kami siap melompat lebih tinggi di tahun-tahun mendatang,” pungkas Rudy.














