JurnalPatroliNews – Jakarta – Obesitas masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, 1 dari 4 orang dewasa di tanah air mengalami obesitas.
Menanggapi fenomena ini, Novo Nordisk Indonesia menghadirkan inovasi medis terbaru berupa terapi GLP-1 Receptor Agonist (GLP-1 RA) dalam acara “BMI (Bring More Impact) with NovoCare.id”.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda, menekankan bahwa obesitas bukanlah sekadar masalah gaya hidup malas, melainkan kondisi medis kronis. “Ada mekanisme biologis hormon yang mengatur rasa lapar di otak.
Banyak individu gagal turun berat badan karena mereka berjuang melawan sistem biologis tubuhnya sendiri, bukan kurang kemauan,” jelasnya.
Fokus pada Quality Weight Loss Berbeda dengan penurunan berat badan instan, inovasi GLP-1 dari Novo Nordisk berfokus pada quality weight loss. Terapi ini bertujuan mengurangi lemak tubuh secara signifikan namun tetap mempertahankan massa otot.
Secara klinis, inovasi ini terbukti mampu:
- Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular mayor hingga 20%.
- Membantu 1 dari 3 pasien mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%.
- Rata-rata penurunan berat badan pasien berada di angka 17%.
Testimoni Audy Item: Pentingnya Pendampingan Medis Penyanyi Audy Item berbagi pengalamannya dalam berjuang melawan obesitas. Meski telah berolahraga dan menjaga pola makan, ia merasa bantuan profesional adalah kunci perubahan berkelanjutan. “Setelah didampingi dokter, hasilnya nyata. Saya tidak hanya turun berat badan, tapi mendapatkan kembali kesehatan dan mobilitas,” ungkap Audy.
Komitmen Berbasis Sains General Manager Novo Nordisk Indonesia, Sreerekha Sreenivasan, menegaskan komitmen perusahaan selama 20 tahun di Indonesia untuk memberikan solusi berbasis riset global. Senada dengan hal itu, dr. Riyanny Meisha Tarliman mengingatkan masyarakat agar tidak menangani obesitas sendiri berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Melalui platform www.NovoCare.id, Novo Nordisk berkomitmen menyediakan fakta akurat dan akses bagi masyarakat untuk terhubung dengan tenaga medis profesional guna menangani obesitas secara tepat dan berkelanjutan.














