JurnalPatroliNews – Jakarta – Â Harga Bitcoin mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan dan sempat turun ke kisaran 65.000 dolar Amerika Serikat (AS). Dalam beberapa hari terakhir, aset kripto terbesar tersebut kembali menguat secara bertahap.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (31/3/2026), harga Bitcoin tercatat berada di level sekitar 67.446 dolar AS. Kenaikan ini mengindikasikan mulai kembalinya minat beli di pasar setelah sebelumnya didominasi aksi jual.
Penguatan tersebut terjadi seiring pergeseran sentimen pelaku pasar. Setelah harga sempat terkoreksi, sebagian investor mulai kembali masuk untuk memanfaatkan momentum harga yang dianggap lebih rendah.
Meski demikian, pergerakan Bitcoin saat ini dinilai belum cukup kuat untuk membentuk tren kenaikan yang solid. Harga masih tertahan di bawah level resistensi penting di kisaran 68.500 dolar AS.
Jika mampu menembus batas tersebut, peluang kenaikan lanjutan terbuka, bahkan berpotensi mendekati level 70.000 dolar AS. Namun, jika gagal melewati titik itu, penguatan diperkirakan akan tertahan sementara.
Di sisi lain, risiko penurunan masih membayangi. Apabila tekanan jual kembali meningkat, harga Bitcoin berpotensi terkoreksi ke level 67.000 dolar AS, bahkan kembali menguji area 65.000 dolar AS yang sebelumnya menjadi titik terendah.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek diperkirakan masih akan fluktuatif. Meski ada tanda pemulihan, pasar masih menunggu konfirmasi arah tren yang lebih kuat sebelum memasuki fase kenaikan yang lebih stabil.














