JurnalPatroliNews – Jakarta -Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan kutukan keras atas serangan militer Israel di Lebanon yang merenggut nyawa tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL.
Pernyataan ini disampaikan Boroujerdi usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Solo, Respati Ardi, di Balai Kota Solo, Rabu (1/4/2026).
Boroujerdi menegaskan bahwa penargetan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah tindakan yang melanggar seluruh aturan internasional dan etika kemanusiaan.
“Mereka bahkan menjadikan sasaran tentara yang dipersiapkan untuk menjaga perdamaian. Ini merupakan sebuah hal yang tentu harus dikutuk dan tidak sesuai dengan norma internasional,” ujar Boroujerdi.
Penghormatan “Tingkat Kesyahidan” Dalam pernyataannya, Dubes Iran memberikan penghormatan khusus kepada para prajurit TNI yang gugur, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Ia menyebut pengabdian mereka telah mencapai “tingkat kesyahidan” di tanah Lebanon.
Kedutaan Besar Iran juga telah merilis pernyataan resmi melalui saluran media sosial mereka untuk menyatakan empati mendalam kepada pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia.
Ajakan Kampanye Menolak Perang Di akhir pernyataannya, Boroujerdi mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia, mulai dari pemerintah hingga tingkat daerah, untuk bersatu dalam menyuarakan penolakan terhadap peperangan.
“Saya mengundang seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah, hingga Wali Kota Solo yang terhormat untuk bergabung dalam kampanye menolak perang.
Kita harus menyuarakan bahwa membunuh masyarakat tidak berdosa adalah hal yang salah,” pungkasnya.
Tragedi ini bermula dari serangan Israel di dua lokasi berbeda, yakni Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3) dan dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3).
Insiden tersebut menjadi titik nadir bagi keamanan pasukan PBB di wilayah perbatasan Lebanon Selatan yang kian memanas.














