Menko PMK Dorong Penguatan Edukasi Mitigasi Bencana Pasca Gempa Sulut-Malut


JurnalPatroliNews – Jakarta –   Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mendorong penguatan edukasi mitigasi bencana di berbagai lembaga negara menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026).

Menurut Pratikno, bencana yang berdampak pada dua provinsi tersebut harus menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional, khususnya dalam aspek mitigasi risiko bencana melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Momentum bencana ini juga menjadi momentum untuk edukasi ke masyarakat,” ujar Pratikno dalam siaran ulang Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Gempa Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Jumat (3/4/2026).

Mantan Menteri Sekretaris Negara itu menekankan pentingnya kesiapan lembaga terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam memastikan manajemen bencana berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Kita harus mengutamakan manajemen bencana sebagai bagian dari keseharian. Misalnya, mengevaluasi apakah kelembagaan sudah cukup kuat, peralatan memadai, dan pelatihan bagi aparat rutin diselenggarakan,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) di BNPB agar mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat.

“Edukasi kepada masyarakat sangat penting. Apalagi masyarakat baru saja mengalami kejadian yang traumatis, jadi lebih mudah diajak. Kalau sudah lupa, nanti lebih sulit,” tambah Pratikno.

Lebih lanjut, Pratikno menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari tahap tanggap darurat, pencarian dan penyelamatan korban, pemberian layanan kepada masyarakat terdampak, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Sekali lagi, kita tanggap darurat, melakukan pencarian dan penyelamatan, memberikan layanan kepada korban semaksimal mungkin, kemudian masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” pungkasnya.