Militer AS Terpukul di Teheran: Jet F-15E Hancur, IRGC Buru Awak Pesawat yang Selamat

JurnalPatroliNews – Jakarta – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah sebuah jet tempur F-15E milik Amerika Serikat dilaporkan ditembak jatuh saat mengudara di wilayah udara Iran tengah, Sabtu (4/4).

Insiden ini menandai kerugian alutsista udara signifikan bagi militer AS di tengah upaya konfrontasi yang kian memanas dengan Teheran.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi bahwa jet tempur tersebut dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih milik mereka. “Pesawat jet musuh Amerika telah dihantam dan hancur total. Operasi pencarian terhadap puing-puing dan personel masih berlangsung,” ujar juru bicara tersebut sebagaimana dilaporkan AFP.

Dua awak pesawat F-15E dilaporkan sempat melontarkan diri sebelum pesawat menghantam tanah. Situasi menjadi semakin tegang setelah media televisi Iran menyiarkan pengumuman sayembara bagi siapa saja yang berhasil menangkap awak pesawat tersebut dalam keadaan hidup.

Di pihak Washington, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Presiden Donald Trump telah menerima pengarahan singkat terkait insiden tersebut.

Meski Gedung Putih belum memberikan detail kronologi, seorang pejabat AS yang dikutip Reuters mengeklaim bahwa salah satu awak pesawat telah berhasil ditemukan oleh tim penyelamat.

Namun, upaya evakuasi tersebut tidak berjalan mulus. Laporan dari Aljazeera menyebutkan bahwa dua helikopter AS yang dikerahkan dalam misi pencarian juga menjadi sasaran tembak pasukan Iran. Selain F-15E, militer Iran mengklaim telah menembak jatuh pesawat tempur jenis A-10 milik AS dalam rangkaian pertempuran udara terbaru.

Berdasarkan data Komando Pusat AS (CENTCOM), konflik ini telah merenggut nyawa 13 anggota militer AS dan melukai lebih dari 300 lainnya sejak awal pecahnya pertempuran.

Insiden jatuhnya jet tempur ini menyusul retorika keras Donald Trump yang mengancam akan membawa Iran kembali ke ‘Zaman Batu’ jika tidak segera menghentikan program nuklirnya. Hingga saat ini, militer AS memastikan belum ada personel mereka yang jatuh ke tangan penawanan Iran.