JurnalPatroliNews – Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah mengungkapkan realisasi distribusi kuota haji khusus tahun 2026 hampir sepenuhnya terserap. Dari total kuota sebanyak 17.680, kini tersisa 167 kuota yang diharapkan segera terisi dalam waktu dekat.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan bahwa dari total kuota tersebut, sebanyak 16.104 dialokasikan untuk jemaah dan 1.107 untuk petugas haji khusus.
“Realisasi distribusi kuota haji khusus telah mencapai 17.513 dengan sisa 167. Mudah-mudahan yang sisa ini bisa segera terisi,” ujar Gus Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, sisa kuota tersebut telah melalui tahap pelunasan pada 2 hingga 7 April 2026 dengan total 146 jemaah yang melakukan pembayaran, terdiri dari 129 jemaah berhak berangkat dan 17 jemaah cadangan.
Selanjutnya, proses penerbitan visa bagi jemaah yang berhak berangkat mengikuti ketentuan Arab Saudi, dengan batas akhir pada 7 April pukul 04.00 waktu setempat.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memproses pengembalian saldo setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) khusus serta pembatalan keberangkatan. Hingga 2 April 2026, pengembalian saldo telah dilakukan kepada 15.070 jemaah dengan total nilai mencapai 120,56 juta dolar AS.
Sementara itu, hingga 7 April 2026, jumlah pembatalan haji khusus tercatat sebanyak 1.440 jemaah dengan nilai 7,97 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.296 jemaah telah diproses ke Badan Pengelola Keuangan Haji, sementara 144 lainnya masih dalam tahap verifikasi.
Terkait transportasi, distribusi jemaah haji khusus tahun ini melibatkan tujuh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dengan kombinasi penerbangan langsung dan transit menggunakan berbagai maskapai.
Pemerintah juga telah mengantisipasi potensi kendala penerbangan transit di kawasan Timur Tengah dengan meminta penyelenggara menyiapkan alternatif penerbangan langsung menuju Arab Saudi.
“Progres penerbitan visa menunjukkan capaian yang sangat baik dengan hanya sebagian kecil yang masih dalam tahap penyelesaian,” pungkas Gus Irfan.














